Domain sekolah banyak yang “MATI”?

Domain SCh.id mati

Website sekolah dengan domain NamaSekolah.sch.id banyak yang mati??
Kog bisa ya, mungkin sebagai pengelola doamin dot.id belum tahu/lupa bahwa domain dot.id sekarang “berbayar”.

Salah satu domain yang “mati” adalah domain sekolah SMA 1 Wonosari (saat ini dituliskan) Mungkin ada puluhan/ratusan domain lain yang “diingatkan/ditagih” untuk membawar domain dengan screenshoot seperti pada gambar.

Bagi pengelola yang akan ingin domainnya “hidup kembali”, silahkan membayarkan “perpanjangan doamin” di situs pandi.or.id atau register.net.id. Sebenarnya untuk domain sch.id hanya sebesar Rp 50.000,-/th. selengkapnya bisa dilihat disini PANDI Continue reading

Kontributor Blog Komunitas Ekamas

BLOG ini dibuat awalnya untuk “mengumpulkan” teman-teman EKAMAS (SMA 1 Wonosari – Alumni) untuk mewadahi mereka yang ingin membagi informasi publik kepada rekan-rekan yang lain. Informasi yang bisa dimuat disini antara lain :
1. Perkembangan alumni
2. Perkembangan SMA 1 Wonosari
3. Info Lowongan-lowongan baru
4. Tentang Gunungkidul
5. Uneg-uneg (kita)
(ada tema yang lain silahkan ditambahi di komentar)

Pada saat dibuat blog ini hanya ada 1 orang user saja, namun saat ini ada 3 orang kontributor/editor berita yang bergabung di Blog ini :
1. Imam
2. Agus juragannya Cheaperworld.
3. Hermawanov operator The Hermawanov.

Bagi rekan EKAMAS lain yang ingin berkontribusi di Blog ini dipersilahkan menghubungi kami di email imam_te@yahoo.com (subject : Kontributor Blog Ekamas). Bagi rekan-rekan yang sudah menjadi kontributor+editor terima kasih.
Dengan semakin banyak rekan-rekan yang bergabung di Blog ini, diharapkan Blog ini menjadi Blog Komunitas yang semakin “ramai” dan memberikan banyak manfaat.

Asal Usul Anak Muda, Jujur Saja …

Anak-anak muda menuntut hak untuk memperoleh giliran memimpin. Sayang tak ada penjelasan mengenai memimpin apa. Sesudah deklarasi yang disiarkan Metro TV malam itu, suasana senyap kembali, seperti tak pernah terjadi apa pun. Ada tanggapan ala kadarnya dari Wapres Jusuf Kalla yang tak bergema secara luas. Kemudian muncul sebuah tulisan di media, yang tak cukup meyakinkan, bahwa kaum muda memang bersungguh-sungguh. Generasi muda, harapan bangsa, ternyata juga tak punya konsep tentang kepemimpinan, terobosan terhadap krisis, dan jawaban tentang ke-Indonesia-an masa depan.

Apa yang mereka maksud memimpin? Sudah begitu banyak anak muda menjadi anggota DPR, tetapi kekuasaan membuat mereka terbius dan kesudahannya hanya sibuk memperkaya diri.

Ada pula di antara mereka yang menjadi menteri, tetapi tak tampak hal yang mencolok mata. Misalnya, minimal, hidup sederhana, memahami kesusahan rakyat, memiliki empati dan sikap populis, serta tidak memewahkan diri. Continue reading