Laporan Reuni EKAMAS

Disunting dari Milis Ekamas : Raharjo Sugeng Utomo

Salam ekamas!
Setelah menempuh perjalanan panjang, sampe juga saya di GK. Jam sebelas malam, Rabu malam, nyampe tlogo mijahan, setelah 16 jam menempuh perjalanan dari Depok, sepanjang 670-an Km. Hari Kamis nengok ke mBah buyutnya anak2, nyekar ke eyang putri, dan siang hingga sore ke mBaron.

JUMAT pagi saya (20 Maret 2008 : Red) sengaja berangkat esuk umun2, muteri kota wonosari yg masih lengang. Selepas ngisi bensin di Siyono, balik lagi ke SMA 1 lewat Kranon. Jam 07.40. Polisi dah penuh tuh di depan gerbang SMA 1. Wajar lah lha wong yg mau dateng KSAL n bupati. Parkir di halaman DPU.
Continue reading

Apakah Tuhan Menciptakan Kejahatan?

As usual, I copied it from a friend’s email without stated source


Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada?
Apakah kejahatan itu ada?
Apakah Tuhan menciptakan kejahatan?

Seorang Profesor dari sebuah universitas terkenal itu menantang mahasiswa-mahasiswanya dengan pertanyaan ini,
“Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada?”.

Seorang mahasiswa dengan berani menjawab,
“Betul, Dia yang menciptakan semuanya”.
“Tuhan menciptakan semuanya?” Tanya professor sekali lagi.
“Ya, Pak, semuanya” kata mahasiswa tersebut. Continue reading

Tuli Mengancam Kaum Muda

Disadur dari email seorang temen, yang sayangnya ga nyebutin sumbernya.

Menurut penelitian, ketulian menyerang orang makin dini. Penyebabnya adalah gaya hidup modern, seperti mendengarkan musik melalui earphone.

Hentakan irama musik menemani perjalanan Linda, sebut saja begitu namanya. Selama penerbangan dari Bangkok menuju Jakarta. Sejak pesawat lepas landas hingga mendarat di Bandar Udara Soekarno-Hatta, sekitar tiga setengah jam, earphone yang tersambung pada alat pemutar musik mini terus menempel di telinga gadis 18 tahun ini.

Semula Linda merasa asyik dan nikmat bisa mendengarkan musik kesayangannya tanpa peduli orang sekitar. Namun, ketika kupingnya tak lagi disumpal, dia terkejut. Ternyata kupingnya terus berdengung dan gerebek-gerebek. Berkali-kali Linda menelan ludah, berharap dengungan dan rasa ¨penuh¨ di telinga segera pergi, tapi gagal. Kupingnya malah makin budek. Hiruk-pikuk kesibukan bandara cuma terdengar sayup-sayup. Continue reading

Bermimpilah … be optimistic

“Orang seperti kita tidak punya apa-apa kecuali semangat dan mimpi-mimpi. Tanpa mimpi orang seperti kita akan mati (Sang Pemimpi – Andrea Hirata)”

Mungkin kita telah membaca berpuluh-puluh kali kalimat di atas. Coba ketikkan nama Andrea Hirata pada salah satu internet search engine yang anda pakai, selanjutnya akan muncul berbagai link yang akan membawa anda ke tetralogi Laskar Pelangi yang sejak beberapa bulan terakhir telah menjadi karya tulis best seller yang saat ini bahkan sedang dialihbahasakan ke beberapa bahasa di luar Bahasa Indonesia. Ya … mungkin prestasi ini merupakan salah satu alasan yang membuatku begitu appreciate pada sang penulis. Namun, lebih dari itu dan lepas dari apakah tetralogi ini kisah nyata atau bukan, gelegak inspirasi yang digugah oleh Laskar Pelangi-lah yang pantas dikatakan fenomenal. Di sini Andrea menceritakan sebuah dongeng tentang mimpi yang luar biasa, tentang kekuatan mimpi, tentang kekuatan pikiran – the power of minds -, tentang tokoh-tokoh yang tidak begitu saja “nrimo” pada status quo dalam mengejar mimpi yang kelihatannya mustahil.

Mimpi? Ya, .. mungkin pada saat kita terlelap, mimpi hanyalah bunga tidur. Namun jika mimpi tersebut muncul pada saat kita terjaga, mimpi bisa menjadi sebuah kunci pembuka sebuah transformasi indah menuju pencapaian legenda seseorang. Banyak sekali contoh tokoh dunia mengubah sejarah dengan mengawalinya dari mimpi. How? Continue reading

ngGunungkidul, Jaréné?!

Bicara ngGunungkidul, ada beberapa keywords, kata-kata kunci, yang sangat identik dan melekat padanya, paling tidak ini kualami dalam beberapa pengalamanku di rantau pulau sebrang ini. Keywords atau kata-kata kunci tersebut adalah, pantai, kekeringan, urban workers, ndeso, exotic bizarre foods, makanan khas, dslbg.

Pernah suatu waktu ketemu sama orang, ditanya dari mana asalnya, pas kujawab dari ngGunungkidul dia langsung nyahut, wah pantainya bagus-bagus ya, keren-keren, ada Baron (ini yang pasaran), Kukub, Wediombo, Krakal, P. Drini dlsbg. Biyasanya yang responden pantai ini pernah mengalami masa-masa muda di Djokdja dan didominir oleh kalangan mahasiswa. Malah ada yang crita pengalaman “mojok”nya di salah satu pantai cinta di ngGunungkidul. :lol:

Continue reading