“Orang seperti kita tidak punya apa-apa kecuali semangat dan mimpi-mimpi. Tanpa mimpi orang seperti kita akan mati (Sang Pemimpi – Andrea Hirata)”
Mungkin kita telah membaca berpuluh-puluh kali kalimat di atas. Coba ketikkan nama Andrea Hirata pada salah satu internet search engine yang anda pakai, selanjutnya akan muncul berbagai link yang akan membawa anda ke tetralogi Laskar Pelangi yang sejak beberapa bulan terakhir telah menjadi karya tulis best seller yang saat ini bahkan sedang dialihbahasakan ke beberapa bahasa di luar Bahasa Indonesia. Ya … mungkin prestasi ini merupakan salah satu alasan yang membuatku begitu appreciate pada sang penulis. Namun, lebih dari itu dan lepas dari apakah tetralogi ini kisah nyata atau bukan, gelegak inspirasi yang digugah oleh Laskar Pelangi-lah yang pantas dikatakan fenomenal. Di sini Andrea menceritakan sebuah dongeng tentang mimpi yang luar biasa, tentang kekuatan mimpi, tentang kekuatan pikiran – the power of minds -, tentang tokoh-tokoh yang tidak begitu saja “nrimo” pada status quo dalam mengejar mimpi yang kelihatannya mustahil.
Mimpi? Ya, .. mungkin pada saat kita terlelap, mimpi hanyalah bunga tidur. Namun jika mimpi tersebut muncul pada saat kita terjaga, mimpi bisa menjadi sebuah kunci pembuka sebuah transformasi indah menuju pencapaian legenda seseorang. Banyak sekali contoh tokoh dunia mengubah sejarah dengan mengawalinya dari mimpi. How? Continue reading